Showing posts with label -Ikan Tapah. Show all posts
Showing posts with label -Ikan Tapah. Show all posts

Thursday, 25 October 2018

JEJAK PETUALANG | AWAL MUSIM TUNA LAUT HALMAHERA (11/04/18) 2-3


Asam Pedas Ikan Tuna 

 Bahan-bahan:

4 keping ikan tuna - anggaran 600 gram
600 ml air
2 sudu kecil pati asam jawa - bancuh dengan 1/2 cawan air
2 biji tomato - belah 2
7 batang kacang bendi
2 batang serai - dititik
5 tangkai pokok kesum 
1 kuntum bunga kantan - belah 2
1 sudu teh lada putih - ditumbuk
garam / perasa pilihan secukupnya
1/2 cawan minyak untuk menumis 
 
Bahan kisar:
20 biji cili kering
3 ulas bawang putih
7 biji bawang merah
2 cm belacan
2 cm kunyit hidup
2 cm halia 
 
Cara:
1. Panaskan minyak dan tumis bahan kisar sehingga pecah minyak dengan api perlahan. Masukkan serai dan bancuhan pati asam jawa. Gaul sebati.
2. Masukkan air dan biar mendidih dengan api sederhana selama 10 minit atau lebih.
3. Kemudian masukkan daun kesum dan bunga kantan serta ikan tuna. Tambahkan lada putih tumbuk.
4. Masak ikan tuna di antara 3 hingga 4 minit dan kemudian masukkan potongan tomato dan biarkan seketika sehingga kacang bendi berubah warna.
5. Perasakan dengan garam / perasa pilihan secukupnya

Tuna

 A tuna (also called tunny) is a saltwater fish that belongs to the tribe Thunnini, a subgrouping of the Scombridae (mackerel) family. The Thunnini comprise 15 species across five genera,[1] the sizes of which vary greatly, ranging from the bullet tuna (max. length: 50 cm (1.6 ft), weight: 1.8 kg (4 lb)) up to the Atlantic bluefin tuna (max. length: 4.6 m (15 ft), weight: 684 kg (1,508 lb)). The bluefin averages 2 m (6.6 ft), and is believed to live up to 50 years.

Tuna, opah, and mackerel sharks are the only species of fish that can maintain a body temperature higher than that of the surrounding water. An active and agile predator, the tuna has a sleek, streamlined body, and is among the fastest-swimming pelagic fish – the yellowfin tuna, for example, is capable of speeds of up to 75 km/h (47 mph).[2] Found in warm seas, it is extensively fished commercially, and is popular as a game fish. As a result of overfishing, stocks of some tuna species, such as the southern bluefin tuna, are close to extinction.

The Thunnini tribe is a monophyletic clade comprising 15 species in five genera:
The cladogram is a tool for visualizing and comparing the evolutionary relationships between taxa, and is read left-to-right as if on a timeline. The following cladogram illustrates the relationship between the tunas and other tribes of the family Scombridae. For example, the cladogram illustrates that the skipjack tunas are more closely related to the true tunas than are the slender tunas (the most primitive of the tunas), and that the next nearest relatives of the tunas are the bonitos of the Sardini tribe.[1]

Tuesday, 23 October 2018

JEJAK PETUALANG | PESTA IKAN DI NANGA MATU (19/09/18) 2-3 -Ikan Tapah


IKAN TAPAH LEMAK CILI PADI

 
BAHAN-BAHANNYA :-)
1 ekor ikan tapah saiz sederhana
1 cawan terung pipit
4 batang serai, dititik
2 helai daun kunyit
800 ml santan cair
300 ml pati santan
7 biji limau kasturi, ambil jusnya
Garam dan gula secukup rasa

BAHAN KISAR HALUS :-)
1/2 cawan cili padi kampung
5 biji bawang merah
2 ulas bawang putih
1 inci kunyit hidup
CARA MEMBUATNYA :-)

  1. Ikan tapah disiang, kerat pada beberapa bahagian, cuci dan perap dengan limau nipis dan sedikit garam selama 15 minit, cuci bersih dan toskan. Terung pipit diasingkan dari tangkainya, rebus hingga 1/2 empuk. Toskan.
  2. Dalam periuk, masukkan bahan kisar halus, santan cair dan serai, kacau rata dan masak hingga mendidih. Masukkan ikan dan juga terung pipit tadi. Masak hingga terung lembut. Tuang santan cair. Kacau perlahan dan biar mendidih.
  3. Masukkan garam secukup rasa dan secubit gula. Tambah daun kunyit dan jus limau kasturi, kacau perlahan, masak sekejap dan rasa. Jika ok boleh matikan api. Hidangkan bersama nasi hangat dan lauk2 lain...
Kali ini hulu sungai di kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menjadi
spot pilihan yang dituju tim. Bertepatan dengan puncak musim kemarau,
selalu menjadi waktu terbaik menjelajah sungai di area hulu wilayah
Kalimantan ini.

Musim kemarau juga membawa keuntungan tersendiri karena membuat
pergerakan predator air menjadi terbatas akibat surutnya air.

Predator kelas satu, penguasa teluk dan lubuk – lubuk sungai dalam
dikabarkan banyak mendiami spot ini.

Tapah dengan nama ilmiah “wallago” merupakan jenis ikan air tawar dari
keluarga catfish. Bagian antena mirip kumis menjadi ciri khas utamanya.
Dia adalah satu pemangsa air tawar yang paling ditakuti.

Aktif mencari mangsa pada malam hari, dan di siang hari lebih bersikap
pasif, hanya menunggu mangsanya datang.