2 sudu kecilpati asam jawa - bancuh dengan 1/2 cawan air
2 biji tomato - belah 2
7 batang kacang bendi
2 batang serai - dititik
5 tangkai pokok kesum
1 kuntum bunga kantan - belah 2
1 sudu teh lada putih - ditumbuk
garam / perasa pilihan secukupnya
1/2 cawan minyak untuk menumis
Bahan kisar:
20 biji cili kering
3 ulas bawang putih
7 biji bawang merah
2 cm belacan
2 cm kunyit hidup
2 cm halia
Cara:
1.
Panaskan minyak dan tumis bahan kisar sehingga pecah minyak dengan api
perlahan. Masukkan serai dan bancuhan pati asam jawa. Gaul sebati.
2. Masukkan air dan biar mendidih dengan api sederhana selama 10 minit atau lebih.
3. Kemudian masukkan daun kesum dan bunga kantan serta ikan tuna. Tambahkan lada putih tumbuk.
4.
Masak ikan tuna di antara 3 hingga 4 minit dan kemudian masukkan
potongan tomato dan biarkan seketika sehingga kacang bendi berubah
warna.
5. Perasakan dengan garam / perasa pilihan secukupnya
Tuna
A tuna (also called tunny) is a saltwater fish that belongs to the tribeThunnini, a subgrouping of the Scombridae (mackerel) family. The Thunnini comprise 15 species across five genera,[1] the sizes of which vary greatly, ranging from the bullet tuna (max. length: 50 cm (1.6 ft), weight: 1.8 kg (4 lb)) up to the Atlantic bluefin tuna
(max. length: 4.6 m (15 ft), weight: 684 kg (1,508 lb)). The bluefin
averages 2 m (6.6 ft), and is believed to live up to 50 years.
Tuna, opah, and mackerel sharks
are the only species of fish that can maintain a body temperature
higher than that of the surrounding water. An active and agile predator,
the tuna has a sleek, streamlined body, and is among the
fastest-swimming pelagic fish – the yellowfin tuna, for example, is capable of speeds of up to 75 km/h (47 mph).[2] Found in warm seas, it is extensively fished commercially, and is popular as a game fish. As a result of overfishing, stocks of some tuna species, such as the southern bluefin tuna, are close to extinction.
The cladogram is a tool for visualizing and comparing the evolutionary relationships between taxa,
and is read left-to-right as if on a timeline. The following cladogram
illustrates the relationship between the tunas and other tribes of the
family Scombridae. For example, the cladogram illustrates that the skipjack tunas are more closely related to the true tunas than are the slender tunas (the most primitive of the tunas), and that the next nearest relatives of the tunas are the bonitos of the Sardini tribe.[1]
1-2 keping asam gelugur - jika perlu (Amie tidak gunakan kerana air nanas telah memberikan rasa masam manis yang cukup rasa)
1 sudu teh serbuk kunyit
garam / gula / perasa pilihan
Bahan tumbuk kasar:
20 biji cili padi (anggaran segenggam)
3 ulas bawang putih
5 biji bawang merah
sedikit belacan
Cara:
1. Panaskan air
dalam periuk. Masukkan kesemua bahan tumbuk, serai (jika suka masukkan
asam gelugur) bersama nanas. Biarkan mendidih sehingga nanas layu.
2. Masukkan serbuk kunyit, serta santan pekat.
3. Masukkan ikan tuna dan kacau selalu supaya tidak pecah santan.
4. Setelah santan mula mendidih dan ikan tuna masak, masukkan tomato hijau serta tomato merah.
5. Perasakan dengan garam / gula / perasa pilihan.
6. Tutup api dapur dan sedia untuk dihidangkan.
Pulau – pulau kecil di pesisir Halmahera Tengah menjadi medan
petualangan tim kali ini. Bersama masyarakat lokal, tim akan menembus
rapatnya bakau, mencari umpan memancing para penghuni karang dangkal.
Saat air laut surut adalah waktu yang tepat untuk memancing lepas
pantai, atau warga lokal menyebutnya dengan ohati.
Di waktu ini pula ikan – ikan karang akan agresif mencari mangsa,
sehingga peluang sambaran ikan lebih besar .
Umpan yang digunakan pun cukup unik, yakni kerang bilolo, yang hidup di
habitat bakau. Aroma kuat dan menyengat dari daging bilolo, ampuh
mengundang ikan. Bilolo juga menjadi umpan utama, karena mudah didapat.
Ikuti keseruan perburuan memancing di pesisir Halmahera ini dalam Jejak
Petualang.
Madidihang @Ikan tuna sirip kuning
Ikan Madidihang atau tuna sirip kuning (Thunnus albacares) adalah sejenis ikanpelagis besar yang mengembara di lautantropika dan ugahari di seluruh dunia. Ikan ini merupakan salah satu jenis tuna yang terbesar, meski masih kalah besar jika dibandingkan dengan tuna sirip biru dan tuna mata besar.
Madidihang juga merupakan ikan tangkapan samudra yang penting karena
bernilai ekonomi tinggi. Dalam perdagangan dunia, ikan ini dikenal
sebagai yellowfin tuna
Pengenalan
Madidihang
dewasa memiliki tubuh yang berukuran besar, dengan panjang dari ujung
moncong hingga ujung percabangan sirip ekor (FL, fork length) mencapai 195 cm; namun umumnya hingga 150 cm. Bentuknya gilig panjang serupa torpedo (fusiform), agak memipih dari sisi ke sisi.[1]
Sirip punggung (dorsal)
terdiri dari dua berkas, terpisah oleh celah yang kecil saja; berkas
yang kedua segera diikuti oleh 8–10 sirip-sirip tambahan berukuran kecil
(finlet). Sirip anal
diikuti oleh 7–10 finlet. Pada spesimen berukuran besar, sirip punggung
kedua dan sirip anal ini kadang-kadang memanjang hingga 20% FL. Sirip
dada (pectoral) lumayan panjang (22–31% FL), biasanya mencapai
pangkal bagian depan sirip dorsal kedua, namun tidak melewati pangkal
bagian belakangnya. Ada dua lipatan kulit (tonjolan interpelvis) di
antara sirip-sirip perut. Batang ekor amat ramping, dengan sebuah lunas
samping yang kuat di tiap-tiap sisi, yang masing-masing diapit oleh dua
lunas yang lebih kecil.[1] Sirip ekor bercabang kuat (forked, bercagak).
Punggungnya berwarna biru gelap metalik,
berangsur-angsur berubah menjadi kekuningan atau keperakan di bagian
perut. Sirip-sirip punggung kedua dan anal, serta finlet-finlet yang
mengikutinya, berwarna kuning cerah, yang menjadi asal namanya. Bagian
perut kadang-kadang dihiasi oleh sekitar 20 garis putus-putus yang
hampir vertikal arahnya.[1]
Madidihang dapat mencapai berat melebihi 300 pon (136 kg), walau demikian ini masih jauh di bawah tuna sirip biru Pasifik (Thunnus orientalis) yang bisa memiliki berat lebih dari 1000 pon (454 kg), dan juga sedikit di bawah tuna mata besar (Thunnus obesus) dan tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii). Ukuran madidihang yang tercatat dalam literatur adalah hingga sepanjang 239 cm dan seberat 200 kg.
Habitat
Segerombolan madidihang di laut dalam
Madidihang merupakan ikan epipelagis yang menghuni lapisan atas perairan samudra di atas lapisan termoklin. Penelitian memperlihatkan bahwa meski madidihang kebanyakan mengarungi lapisan kolom air 100 m
teratas, dan relatif jarang menembus lapisan termoklin, namun ikan ini
mampu menyelam jauh ke kedalaman laut. Seekor madidihang yang diteliti
di Samudra Hindia
menghabiskan 85% waktunya di kedalaman kurang dari 75 m, namun tercatat
tiga kali menyelam hingga kedalaman 578 m, 982 m dan yang paling
ekstrem hingga 1.160 m.
Tuna sirip kuning ini mempunyai kebiasaan berenang cepat dan
bergerombol bersama ikan yang seukuran, kadang-kadang juga bercampur
dengan tuna jenis lainnya. Musim berbiaknya berlangsung selama musim panas. Ikan-ikan ini memangsa aneka jenis ikan, krustasea, dan juga cephalopoda.[1] Di laut Halmahera dan Sulawesi, madidihang terutama memangsa ikan (malalugis dan teri), udang dan kepiting; dengan ikan malalugis (ikan layang) menempati porsi terbesar[2].
Penyebaran dan produksi
Madidihang dimuat ke truk berpendingin di Palabuhanratu, Sukabumi
Madidihang ditemukan di seluruh perairan tropis dan ugahari dunia di
antara garis lintang 40° LU dan 40° LS. Ikan ini merupakan komoditas
nelayan yang penting; buku FAO Yearbook of Fishery Statistics melaporkan
antara 1990 hingga 1995 tangkapan madidihang di perairan Pasifik barat-tengah berkisar antara 323.537 sampai 346.942 ton per tahun.[1]
Indonesia adalah tempat bertemunya stok madidihang dari Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik; kemungkinan tempat pertemuan kedua kelompok
itu adalah di sekitar Laut Flores dan Laut Banda.[3] Potensi tuna sirip kuning yang terbesar di Indonesia memang diperkirakan berada di Laut Flores dan Selat Makassar, dengan luas area penangkapan sekitar 605 ribu km². Alat tangkap yang banyak digunakan adalah pancing huhate (pole and line), pancing ulur (hand line), pancing rawai (long line) dan pukat cincin (purse seine).
Para pemancing berpose dengan ikan tangkapannya; beberapa di antaranya memperoleh madidihang.
Madidihang dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tuna beku, atau dikalengkan[1]. Ikan ini digemari dalam berbagai macam masakan, termasuk untuk dipanggang dan dijadikan sashimi. Madidihang juga merupakan tantangan yang menarik bagi penggemar olahraga memancing.
Catatan
Dalam perdagangan, yang disebut sebagai albacore dalam bahasa Inggris adalah jenis tuna yang lain, yakni tuna albakora (Thunnus alalunga). Ikan ini lebih kecil dari madidihang (hingga 120 cm FL), dengan pewarnaan yang mirip kecuali finletnya yang berwarna gelap. Sirip dada memanjang hingga melewati pangkal sirip punggung kedua, biasanya ujungnya mencapai finlet punggung yang kedua.
Bahan bahan: 500g spaghetti Garam 1 sudu besar olive oil
6 ulas bawang putih - hiris nipis 1/2 cawan olive oil 1/4 sudu kecil red pepper flakes 1/4 cawan Italian parsley - cincang 1 cawan grated Parmesan cheese . Pasta direbus mengikut masa ditetapkan di bungkusan. Angkat dan tos.
rebus spaghetti Panaskan olive oil dan masukkan bawang putih yang dihiris nipis dan masak sehingga bawang kekuningan dengan api perlahan. Masukkan sedikit air untuk memberhentikan bawang dari terus kegaringan dan tutup api. hiris bawang putih nipis nipis goreng dalam olive oil dg api perlahan hingga kekuningan masukkan sedikit air Letakkan pasta yang telah masak dalam mangkuk. Tabur red pepper dan garam. Kacau rata. gaul rata dengan red pepper flake, garam dan cheese Akhir sekali tuang minyak bawang putih tadi. Kacau lagi rata rata. tuangkan minyak dan bawang putih gaul rata rata Tabur parmesan cheese dan daun parsley yang dihiris halus dan gaul rata lagi. Sebelum dihidang, tabur lagi parmesan cheese dan daun parsley. Siaaap .... http://adf.ly/1jWdXa